Senin, 22 November 2010

Burung Layang-Layang

Ada seekor burung layang-layang tua, amat arif bijaksana. Banyak hal ia tahu, sebab ia telah pergi ke segala penjuru. Pengalamannya banyak dan nasihatnya layak disimak. Suatu hari, ketika sedang duduk melamun, dilihatnya beberapa petani menyebar benih di ladang. Ia bergegas menemui teman-temannya, sekawanan burung kecil.



"Lihat ! Lihat !" katanya. "Para petani sedang menabur benih rami. Kalau panen tiba, rami-rami akan dibuat tali dan perangkap yang keji. Musnahkan sekarang juga, kalau tidak kalian akan celaka !" Karena merasa pintar, kawanan burung kecil tak peduli. Mereka melompat, mengejek dan tertawa-tawa.


Beberapa waktu kemudian rami tumbuh semakin besar dan subur. Sekali lagi si tua memperingatkan teman-teman kecilnya, "Hancurkan ! Hancurkan !". Tetapi burung-burung kecil itu kembali tertawa. "Pak Tua cerewet ! Pak Tua Cerewet !" seru mereka.


Rami semakin panjang dan burung layang-layang berkata, "Rami telah panjang, menyingkirlah ! Tinggalkan tempat ini segera !" Sayang burung-burung kecil itu tidak mau mendengar nasehatnya. Panen pun tiba dan para petani cepat bekerja. Si burung tua masih berusaha menolong teman-temannya. "Dengarkan," katanya. "Masih ada waktu. Selamatkan nyawamu. Buatlah sarang di dinding dan tinggalah di rumah saja. Jangan keluar. Berbahaya !"


Lagi-lagi burung kecil mengejek, terkekeh-kekeh sambil terbang berputar-putar. Dan benar saja, belum reda tawa mereka, semua kena jerat, masuk perangkap.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites