This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Mendidik Balita Untuk Bersosialisasi

Sebentar lagi balita Anda akan memasuki pre-school dan merasakan pengalaman bersekolah untuk pertama kalinya. Dia akan memulai untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya, bukan hanya dengan anggota keluarganya. Karena itu Anda perlu mengetahui cara mendidiknya agar ia pun aktif secara sosial.

Seorang anak balita tidak mampu bersosialisasi seperti kita yang sudah dewasa. Di usia yang sangat dini ini, sebagian besar anak belum mempunyai empati yang cukup untuknya bermain secara harmonis di dalam grup. Bagi kebanyakan balita, satu hal yang paling penting baginya adalah dirinya sendiri. Ditambah lagi, balita masih belum mengerti dengan jelas mengenai hal yang benar dan salah, belum bisa bersopan-santun dan pada dasarnya belum bisa mengendalikan diri.
Tetapi, untuk beberapa tahun ke depan, ia dapat belajar untuk berbagi dan bekerjasama, belajar peka akan perasaan orang lain, menyelesaikan pertengkaran dengan kata-kata dan bukan dengan perilaku yang agresif, pendeknya, mereka akan mampu untuk berteman. Anda bisa membantu mereka mencapai titik ini dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Mengajarkan rasa percaya diri. Anak-anak harus menyukai dirinya sendiri sebelum mereka dapat membuka diri kepada orang lain.

  2. Berteman dengan balita Anda. Kesempatan pertama balita Anda untuk berteman adalah dengan orang tuanya. Di setiap saat Anda bersamanya, ingatlah untuk mencontohkan perilaku sosial yang benar. Ajarkan ia untuk berbagi, ajarkan ia untuk berkata, “Boleh tidak?” bila ia hendak melakukan atau mengambil sesuatu, ajarkan ia untuk berterima kasih, Mengobrollah dengan dia dan siapkan ia untuk beradaptasi dengan situasi sosial yang akan ia hadapi di kemudian hari.

  3. Bermain dengan anak lain. Lebih mudah bagi kebanyakan balita untuk bersosialisasi dengan hanya satu orang anak lain. Anda bisa mengatur agar si Kecil bisa bermain dengan anak teman Anda, atau sepupunya, terutama bila anak Anda mempunyai kesulitan bergaul dengan grup yang besar. Tetapi, jangan memaksanya untuk bergaul bila ia belum siap; selain tidak adil untuknya, hal ini juga bisa menyebabkan ia untuk berotak.

  4. Ajarkan permainan secara grup. Ada beberapa aktivitas yang mendukung kebersamaan dibanding individualisistis, seperti permainan petak umpet, membangun balok, permainan bola, dan permainan lain yang mengharuskan anak-anak untuk bergiliran dan memberikan pengalaman yang mereka butuhkan untuk memupuk persahabatan.

  5. Bersikap netral dan awasi dia dari dekat. Karena balita masih seringkali tidak bisa ditebak dan emosional, saat ia mulai bergaul, Anda perlu mengawasinya. Anda tidak perlu terlibat dalam pergaulannya tetapi Anda harus menjaga bila tiba-tiba terjadi konflik. Anda juga harus bisa bersikap netral dan tidak selalu memihak anak Anda.

  6. Terima gaya bergaul anak Anda. Setiap balita, seperti juga orang dewasa, mempunyai pendekatan yang tersendiri dalam bergaul. Ada yang lebih senang bermain dengan grup besar, ada yang lebih senang bergaul dengan satu-dua teman saja. Tetapi ada juga yang cuma lebih senang mengamati dari jauh dan tidak mencoba bergaul dekat. Semuanya tidak apa-apa.

  7. Berikan banyak kesempatan untuk berlatih. Anak-anak yang memulai pergaulan pada umur yang lebih awal (berasal dari keluarga besar, biasa bermain dengan anak tetangga, dsb) akan lebih mudah untuk bersosialisasi. Bila anak Anda belum mempunyai pengalaman ini, Anda bisa mengaturkan grup bermain baginya, atau Anda juga bisa membiasakan dia bermain dengan sepupu-sepupunya terlebih dahulu.


Jangan memaksa. Bila Anda memaksanya untuk bersosialisasi, Anda tidak membantunya untuk berteman, sebaliknya ini bisa membuat ia menjadi anti sosial. Seiring dengan waktu, anak Anda akan mengerti sendiri bahwa bermain dengan teman sebayanya adalah sangat menyenangkan.

Senin, 03 Januari 2011

Merawat Mulut dan Gigi Balita

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor

2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

Minggu, 14 November 2010

Tips Kesehatan Bayi Balita




Jemur bayi di pagi hari

Bayi perlu dijemur di pagi hari untuk menghangatkan tubuhnya, tetapi tidak perlu memaksakan kegiatan ini setiap hari. Jadi, anggapan bahwa bayi harus dijemur setiap hari tidak sepenuhnya betul. Sekalipun anda menjemur bayi anda, tidak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja sebelum jam delapan pagi. Hal ini penting bagi bayi yang lahir berwarna kuning. Karena sinar matahari pagi dapat menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagai urine.

Susu botol saat bayi tidur

Sebenarnya susu botol untuk bayi hanya untuk meringankan tugas anda. Karena memberikan susu botol pada bayi yang bangun di malam hari dapat membuat anda lebih praktis dan bayi pun cepat tidur lagi. Tapi sesungguhnya susu botol dapat mengganggu perkembangan bayi. Endapan susu dapat berkumpul di bagian gusi anak. Selain itu, si kecil jadi mudah terikena infeksi telinga, karena susu yang diminum bisa masuk kesaluran eustachius. Saluran ini adalah penghubung antara tenggorokan bagian belakang dan telinga bagian belakang. Jadi, bila harus memberikan susu botol, angkat sedikit kepala bayi. Setelah itu tidurkan tanpa botol susu. Memang sedikit repot, tapi ini demi kesehatan bayi anda.

Penyakit Umum Tahun Pertama Bayi

Seorang bayi sangat mungkin mengalami satu atau lebih penyakit selama tahun pertama kehidupannya. Hal ini karena bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal, sehingga rentan terkena penyakit. Ada 6 penyakit yang sering menimpa bayi di bawah usia satu tahun, yaitu:



Konstipasi (sembelit)


Sembelit adalah suatu kondisi yang sangat umum terjadi dan kemungkinan mempengaruhi sekitar 30 persen anak-anak di usia tertentu. Biasanya bayi belum memiliki jadwal normal untuk buang air besar. Bisa saja bayi BAB setiap setelah makan, harus menunggu satu hari atau bahkan lebih dari sehari. Pola ini tergantung dari apa yang bayi makan, seberapa aktif bayi tersebut dan seberapa cepat ia mencerna makanan. Tapi nantinya orangtua akan bisa menemukan pola BAB bayinya.


Salah satu petunjuk yang menunjukkan bahwa bayi mengalami sembelit adalah frekuensi BAB-nya kurang dari biasanya, terutama jika sudah lebih dari 1-3 hari sehingga membuat ia merasa tidak nyaman. Selain itu feses yang keras atau kering juga merupakan salah satu gejala sembelit.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites